Jumat, Juli 03, 2009

Tips memilihkan sekolahan anak

Sekarang ini para orang tua sedang ramai dan sibuk mengurus atau mencarikan sekolahan untuk anaknya. Ada yang anaknya mau masuk Sekolah Dasar (SD), ada yang mau masuk sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP), ada yang mau ke sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA),dan ada yang mau melanjutkan ke perguruan tinggi (PT).

Lembaga pendidikan sekarang ini sudah sangat menjamur dan bertebaran di mana-mana, terutama di kota-kota besar dengan predikat yang berbeda-beda, mulai dari yang negeri sampai yang swasta, mulai yang standar lokal sampai yang berstandar internasional, mulai yang berbiaya murah sampai yang berbiaya super mahal. Semuanya sudah ada dan berada tidak jauh dari sekeliling kita.
Banyaknya pilihan sekolahan membuat orang tua sedikit bingung untuk mengarahkan anaknya menentukan sekolah yang tepat, yang sesuai dengan minat dan kemampuan anak. Untuk itu penentuan pilihan sekolah sebaiknya mempertimbangkan beberapa hal, sehingga nantinya proses belajar anak tidak menemui masalah, hambatan maupun kendala, yang mengakibatkan proses belajar bisa putus di jalan.
Beberapa hal yang sebaiknya menjadi pertimbangan orang tua dalam menentukan pilihan sekolahan bagi anaknya, antara lain :
1. Kemampuan keuangan keluarga.
Kemampuan keuangan keluarga merupakan penopang utama kelangsungan proses belajar anak, setelah menentukan pilihan sekolah. Apalagi sekarang ini banyak sekolahan yang menyandang predikat standar khusus (berstandar nasional ataupun berstabdar internasional) yang tentunya perlu dukungan biaya yang lebih banyak, mulai dari uang pangkal (biaya masuk) sampai biaya-biaya praktek dan biaya tambahan dalam rangka pembelajaran berstandar khusus tersebut. Jangan sampai proses sekolah anak berhenti di tengah jalan karena terbentur pada kitiadaan biaya sekolah tersebut. Dengan pertimbangan kemampuan keuangan keluarga sampai anak tamat sekolah, membuat proses belajar anak semakin tenang dan keluarga juga tidak merasa begitu terbebani biaya sekolah anak.
2. Kecerdasan anak
Kecerdasan anak juga perlu menjadi pertimbangan dalam memilih sekolahan untuk anak. Ketersediaan biaya sekolah tidak begitu saja bisa mengarahkan anak untuk masuk sekolah favorit yang memiliki standar khusus (yang tentunya dengan kualitas pendidikan yang tinggi). Apabila dipaksakan bias-bisa si anak akan menjadi anak yang tidak bisa mengikuti pelajaran dengan standar tinggi, sehingga kegagalan belajar menghantui si anak. Dengan pertimbangan kecerdasan anak, orangg tua bisa mengarahkan anaknya ke sekolahan yang standar pendidikannya sesuai dengan kemampuan anaknya.
3. Akhlak atau budi pekerti anak
Tak jarang kita mendengar suatu sekolahan diidentikkan dengan tawuran, perkelahian ataupun kekerasan. Sebagai orang tua tentunya mengetahui betul karakter anaknya, apakah ada tanda-tanda sifat kekerasan dalam diri anaknya. Tentunya tanda-tanda sifat kekerasan (ataupun sifat yang lain) tersebut sebaiknya juga menjadi pertimbangan apabila akan mengarahkan anaknya masuk sekolah tertentu. Jangan sampai sifat-sifat negatif anak menjadi semakin berkembang setelah masuk ke sekolah tertentu yang berindikasi dengan sifat-sifat kekerasan.
4. Tempat tinggal anak apabila harus tinggal dekat sekolahan
Ini tentunya menjadi pertimbangan apabila anak harus tinggal di dekat sekolahan, terpisah jauh dari keluarga. Lingkungan yang baik, sehat, jauh dari pengaruh obat-obatan, dan jauh dari tempat-tempat nongkrong yang negatif, menjadi pertimbangan yang baik agar anak bisa belajar dengan tenang. Lingkungan orang-orang yang alim tentunya menjadi pertimbangan utama, apalagi dekat dengan sanak saudara.
Anda punya tips yang berbeda atau yang lain?

Selengkapnya......

Rabu, Juni 24, 2009

Program S2 Megister Ilmu Administrasi di Bekasi


Kabar gembira bagi para pegawai dan karyawan yang tinggal di Wilayah Bekasi, baik Kota maupun Kabupaten. Dalam rangka meningkatkan kemampuan berfikir, leadership, dan manajerial yang memiliki kemampuan konseptual / wawasan, humanical, kompetensi dan etika moral yang memadai, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia (STIAMI) Jakarta bergandeng tangan dengan Personil Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bekasi, mengadakan perkuliahan Program Pasca Sarjana S2 Angkatan III (Program Megister Ilmu Administrasi - M.Si.) di lingkungan Kantor BKD Kota Bekasi. Program ini telah terakreditasi ‘B’, sesuai SK. No. 005/BAN-PT/AK-IV/S2/V/2005 dari Badan Akreditasi Nasional. Perkuliahan direncanakan akan dimulai pada awal Juli 2009. Per 20 Juni 2009 sudah terdaftar 22 Calom Mahasiswa S2 STIAMI Kelas BKD Bekasi.
Informasi lebih lanjut hubungi HP. 081310436706



Selengkapnya......

Jumat, Mei 29, 2009

Ditempel daun ubi, bisul cepat pecah

Bisul, dimanapun dia tumbuh sangatlah mengganggu si empunya bisul. Orang yang bisulan sungguh harus sangat hati-hati menjaga bisulnya agar tidak terantuk, tergencet ataupun tertabrak oleh orang lain. Yang sering terjadi walaupun sudah sangat hati-hati, justru si bisul malahan mendapat masalah. Kalau sudah begini si empunya bisul akan meringis menahan sakit atau bahkan menjerit kesakitan.

Timbulnya bisul biasanya sudah ada tanda-tandanya, sehingga dapat ditangani lebih dini agar bisul tidak jadi membesar, sebaliknya bahkan mengempis dan sembuh. Banyak sudah obat tersedia di Apotik untuk mengatasi masalah bisul ini, dari yang harganya sangat murah sampai yang harganya sangat mahal. Tergantung kantung kita mau memilih obat yang mana, yang jelas dengan pertimbangan yang tepat untuk kesembuhan.
Dulu, di saat jauh sebelum HP 3G memasuki Indonesia, sebelum internet merasuki masyarakat kita, sebelum komputer-komputer canggih dan murah membanjiri masyarakat kita, sebelum BlackBerry, Yahoo Messenger dan Facebook menjadi idola, sebelum segara Free dowbload menggila di dunia internet, segudang informasi gratis di internet, di sebagian masyarakat Jawa Tengah yang berada di pedesaan, ada cara unik tradisional dalam menangani bisul. Bisul yang tumbuh jarang sekali diobati dengan obat-obat kimia dari dokter/mantri, melainkan menggunakan sejenis daun-daunan. Daun yang sering digunakan untuk membuat bisul cepat pecah adalah daun ubi jalar dan daun uwi (purple yam-inggris, huwi-pasundan, same-Makassar).
Penggunaannya-pun sangatlah mudah. Ambil daun ubi jalar atau daun uwi yang masih muda, olesi minyak kelapa sedikit pada perkukaan atasnya, gulung dan gosok-gosoklah gulungan daun tersebut dengan kedua telapak tangan sampai daunnya lembek. Setelah daunnya lembek dan lembut tempelkan pada permukaan kulit yang bisulan. Apabila daun itu mengering gantilah dengan tempelan daun yang baru, tentunya daun yang sudah diproses gosok itu.Biasanya tidak lama kemudian ujung bisul itu akan nampak memutih (mata bisul sudah kelihatan) dan siap untuk mengeluarkan nanahnya.
Di samping sebagai obat bisul, ternyata daun ubi jalar juga dapat dimanfaatkan untuk mengatasi penyakit yang berbahaya, yaitu Demam Berdarah Dengue (DBD). Caranya daun ubi direbus dengan air secukupnya. Air rebusan daun ubi diminum sebagai pengganti air minum biasa. Usahakan penderita DBD minimal minum 1 liter air rebusan daun ubi setiap harinya.
Anda punya pengalaman lain dengan daun ubi dan daun uwi?
Kunjungi juga :
http://vtrediting.wordpress.com/2009/04/24/manfaat-daun-ubi-jalar/


Selengkapnya......

Jumat, Mei 15, 2009

Daun kapuk randu, bahan shampoo alternative

Sewaktu kecil dulu, sering aku diajak ayahku jalan keliling kampung di sekitar tempat tinggalku. Suatu saat aku melihat seorang nenek memetik beberapa lembar daun kapuk randu yang pohonnya tumbuh subur di daerah sekitar tempat tinggalku. Dengan beberapa lembar daun di tangannya, Nenek itu berjalan pulang ke rumahnya yang tidak jauh dari tempat kami duduk beristirahat. Tak lama kemudian Nenek itu telah menggandeng cucunya yang berambut agak panjang, namun kelihatan agak semrawut menuju sumur di samping rumahnya. Sebentar kemudian Nenek itu memandikan cucunya, dan mengeramasi cucunya. Ternyata bukan shampoo atau cairan pencuci rambut yang dipakai mengeramasi kepala cucunya.

Nenek itu meremas-remas daun kapuk randu segar. Setelah remasan itu mengeluarkan lender, dipakainya remasan daun kapuk randu itu untuk mencuci rambut cucunya.
Kejadian itu selalu teringat di depan mata, hingga suatu saat aku bertanya pada Ibuku, kenana Nenek itu mencuci rambut cucunya memakai lendir dari daun kapuk randu. Ternyata cucu si Nenek itu kepalanya banyak selo karang-nya (ketombenya), sehingga bila kepalanya dikeramasi dengan lendir daun kapuk, ketombenya akan berkurang dan lama-lama bisa hilang.
Waktu itu memang belum banyak shampoo kemasan yang beredar di masyarakat sekitar kampungku, sehingga berbagai cara yang tradisional sering dilakukan oleh sebagian orang di kampung itu untuk membersihkan rambut/kepala dari kotoran, termasuk ketombe. Entah itu ide dari mana, kata Si Nenek cara seperti itu juga dilakukan oleh orang tua si Nenek.
Pengalaman lain dengan lender daun kapuk randu aku temui juga sewaktu di kampung dulu. Pengangkutan barang di kampungku waktu itu banyak dilakukan dengan menggunakan gerobak yang ditarik dengan sapi. Kami waktu itu senang sekali apabila diperbolehkan naik ke gerobak itu beramai-ramai, menuju tempat angkut barang. Biasanya mengangkut padi atau hasil panen lainnya dari sawah.
Roda gerobak waktu itu modelnya tidak seperti roda mobil atau motor sekarang ini. As rodanya tidak pakai pelor (gotri), sehingga agar rodanya berputar lancar, as rodanya harus sering-sering diberi pelumas. Ternyata pelumas yang disiapkan pemilik gerobak yang ditampung di dalam bumbung (wadah dari potongan ruas bambu), adalah lendir dari daun kapuk randu.
Suatu saat aku memang penasaran, apa benar daun kapuk randu dapat mengeluarkan lendir. Aku ambil beberapa tangkai daun kapuk randu, lalu aku basahi dengan air, kemudian aku remas-remas. Ternyata dari remasan itu keluar getah kental (lendir) yang sangat kental dan banyak.
Kapuk randu ini termasuk tanaman yang mudah tumbuh. Tanaman ini juga banyak ditanam di pinggir-pinggir jalan. Tanaman ini banyak sekali dapat diambil manfaatnya. Kapuknya (kapasnya) banyak dimanfaatkan untuk membuat bantal, kasur dan guling. Kayunya untuk kayu bakar dan bahan kayu lapis. Bijinya dapat dimanfaatkan sebagai makanan ringan, dengan cara disangrai. Kadang di dalam batang kapuk randu ini terdapat binatang senenis ulat (olan-olan – Jawa) yang dapat dikonsumsi setelah dimasak, sebagaimana ulat pohon sagu di Irian Jaya.
Anda punya pendapat atau pengalaman lain?


Selengkapnya......

Rabu, April 29, 2009

Tajin, alternative milk?

Waktu itu badanku terasa lemas dan lunglai karena baru beberapa hari sembuh dari sakit. Makan dan minum rasanya tidak enak, sehingga membuatku malas untuk makan atau minum apapun. Lemas dan tak bertenaga membuatku berlama-lama di tempat tidur, malas beraktivitas dan malas berangkat ke sekolah. Maklum waktu itu aku masih kelas 2 SMP.Melihat aku tak banyak makan dan minum, Ibuku bingung dan berusaha mencari apa yang mungkin membuatku mau makan. Setelah keluar rumah sebentar, sepertinya Ibuku sibuk di dapur, entah apa yang dikerjakannya.

Beberapa saat kemudian Ibuku menghampiriku sambil membawa mangkuk yang ternyata berisi bubur berwarna putih. Malas sebenarnya aku untuk makan maupun minum, namun karena menghormati dan mengharagi jerih payah Ibuku, aku mencoba menyendok bubur itu. Rasanya memang agak aneh, ternyata bubur itu terbuat dari air masakan beras, sebelum airnya menguap menyisakan nasi, atau di tempatku disebut TAJIN. Tajin itu diambil dan ditambah dengan sedikit garam dan gula merah. Ternyata rasanya cukup enak dan membuatku menjadi mau makan.
Tajin, di sebagian perkampungan di Jawa Tengah sudah sangat memasyarakat. Tajin ini biasanya disajikan sebagai konsumsi balita untuk menggantikan air susu ibu (ASI) yang kurang dari ibunya, dan juga untuk konsumsi orang sakit (saluran pencernaan) yang susah makan dan memerlukan makanan yang lembek dan mudah dicerna. Dulu tajin ini diambil dari masakan dari beras, hasil dari padi yang ditumbuk, bukan melalui mesin giling. Beras tumbuk ini biasanya lebih banyak menyisakan kulit ari, sehingga beras berwarna kusam dan agak gelap, dan kalau dimasak menghasilkan tajin yang cukup enak. Berbeda dengan beras giling yang berwarna lebih putih karena kulit arinya terbuang dan tinggal menyisakan biji beras.
Mengonsumsi tajin sangatlah mudah, cukup disendok lalu ditelah tanpa harus dikunyah. Makanya tajin ini sangat cocok bagi orang-orang yang sedang menderita sakit dan memerlukan makanan yang lembek, mudah dimakan, dan tentunyan bergizi. Apakah tajin ini bergizi?
Bebarapa artikel telah menulis bahwa tajin yang identik dengan bekatul ini, menyebutkan bahwa dalam bekatul terkandung nilai gizi yang sangat banyak, diantaranya vitamin B, vitamin E, asam lemak esensial, serat pangan, protein, oryzanol, dan asam ferulat.
Mengonsumsi tajin/bekatul tidaklah sia-sia, karena beberapa penuturan menyebutkan bahwa dengan mengonsumsi bekatul, beberapa keluhan sakit dapat diatasi, seperti kencing manis, hipertensi, obesitas, asma, kista, gondok, kolesterol tinggi, dan tentunya sebagai pengganti ASI pada balita. Anda punya pengalaman dengan tajin?

Selengkapnya......

Selasa, April 14, 2009

Makanan Organik membantu detoksifikasi?

Setiap kali melintas di Gerbang Tol Bekasi Timur sepulang dari Jakarta, terlihat pemandangan petani sayur di pinggir Jalan Tol sedang menyiram tanaman sayur yang sedang tumbuh. Sekali-kali terlihat petani sayur itu menyemprotkan obat anti hama untuk menanggulangi hama tanamannya. Lahan usaha yang tak pernah istirahat dalam pengolahannya mendorong petani sayur menambahkan berbagai pupuk kimia dalam pengolahan tanahnya. Hal ini untuk menjaga kesuburan tanah dan tanah akan lebih produktif.

Biasanya penanaman tumbuh-tumbuhan selalu berkaitan dengan penggunaan pupuk buatan, racun serangga, suntikan perangsang serta bahan-bahan tambahan-tambahan lain untik mempercepat pertumbuhan. Ini adalah gambaran sebagian besar pertanian di sekitar kita sekarang ini.
Suatu saat saya mendengar tentang pertanian organik yang prakteknya jauh berbeda derngan pertanian yang biasa kita lihat di sekitar kita. Penanaman tumbuhan organik memerlukan tanah yang bebas dari pencemaran udara.sebelum penanamandapat dimulai, tanah diharuskan untuk tidak digunakan dalam waktu dua sampai tujuh tahun. Hal tersebut dilakukan untuk menjamin bahwa tanah tersebut tidak terkena bahan-bahan kimia atau pencemaran lingkungan.
Tanah – tanah sekitar pertanian organik juga harus bebas dari percemaran untuk menghindari penularan ke kawasan yang digunakan untuk penanaman. Hal tersebut dilakukan untuk menjamin makanan yang ditanam di kawasan tersebut berada pada kwalitas yang paling murni.
Tahap-tahap memproduksi, termasuk panen, pemrosessan dan pembungkusan, harus diawasi secara ketat untuk menghindari pencemaran bahan-bahan kimia seperti pewarna tiruan, bahan pengawet dan anti depresan. Apabila tahap-tahap memproduksi tersebut dijamin telah dilakukan maka produk tersebut baru dapat dikategorikan sebagai 100% organik dan bebas dari pencemaran.
Dalam tataran umum, pertanian organik mengacu kepada prinsip-prinsip berikut :
- Meningkatkan dan menjaga kealamian lahan dan agro-ekosistem
- Menghindari eksploitasi berlebihan dan polusi terhadap sumber daya alam
- Meminimalisasi konsumsi dari energi dan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui
- Menghasilkan nutrisi sehat dalam jumlah yang cukup, dan makanan berkualitas tinggi
- Memberikan pendapatan yang memadai dalam lingkungan kerja yang aman, selamat dan sehat
- Mengakui pengetahuan lokal dan sistem pertanian tradisional (kearifan lokal)
Dalam tataran praktis, pertanian organik mengacu kepada prinsip-prinsip berikut :
- Menjaga dan meningkatkan kesuburan jangka panjang dari tanah
- Memperkaya siklus bilogikal dalam pertanian, khususnya siklus makanan
- Memberikan pasokan nitrogen dengan penggunaan secara intensif tanaman yang memfiksasi nitrogen
- Perlindungan tanaman secara biologikal berdasarkan pada pencegahan daripada pengobatan
- Keragaman varietas tanaman dan spesies binatang, sesuai dengan kondisi lokal
- Penolakan pada pupuk kimia, pelindung tanaman, hormon dan pengatur tumbuh
- Pelarangan terhadap Rekayasa Genetika dan produknya
- Pelarangan dalam metoda bantuan pemrosesan dan kandungan yang berupa sintetis atau merugikan didalam pemrosesan makanan
Makanan organik sebagai hasil dari sistem pertanian organik ini diyakini mampu mengeluarkan sisa-sisa racun yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui berbagai makanan, minuman dan bahan konsumsi yang lain. Sisa-sisa racun-racun yang menempel pada dinding usus tentunya mengganggu penyerapan sari-sari makanan yang dilakukan oleh tubuh. Kalau dibiarkan berlarut-larut tentunya ini akan sangat menggangu kesehatan tubuh.
Dengan mengonsumsi makanan organik ini sisa-sisa racun-racun yang menempel pada dinding usus akan dapat dikeluarkan melalui proses buang air besar (BAB).
Racun yang keluar seperti lendir/jeli. Makin banyak racun yang masuk dalam tubuh, maka semakin panjang racun yang terkeluarkan. Ada yang mengeluarkan racun sepanjang dua meteran, tapi ada yang hanya mengeluarkan racun sepanjang satu meteran. Warna racun yang keluar setelah dibiarkan beberapa saat juga bervariasi, ada yang berwarna merah, hijau dan kuning. Ini sangat tergantung dengan jenis racun yang biasanya terbawa dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi.
Pengeluaran racun ini lebih dikenal dengan detoksifikasi. Detoksifikasi (detoks) adalah proses pengeluaran racun atau zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh. Puasa merupakan salah satu metode efektif detoksifikasi. Pembersihan dan detoks meningkatkan proses alamiah pengeluaran toksin dari dalam tubuh kita. Organ vital yang menjadi target dalam program pembersihan racun yang efektif adalah usus besar (pengeluaran) dan liver. Hampir semua penyakit degeneratif dapat dihubungkan dengan kondisi keracunan dalam saluran usus (intestinal toxemia). Ini dikarenakan setiap jaringan dalam tubuh mendapatkan makanan dari darah, dan darah mendapatkannya dari usus. Setiap zat yang masuk ke dalam tubuh kita akan terserap ke dalam darah melalui dinding-dinding usus. Artinya, toksin yang berada usus juga akan ikut beredar bersama aliran darah sampai ke sel-sel di seluruh penjuru tubuh kita. Toksin-toksin inilah yang menyumbangkan terjadinya berbagai kondisi penyakit kronis, akut, dan degeneratif. Begitu juga menurunnya tingkat energi dan penuaan dini.
Kunjungi juga :
http://melilea-jakarta.blogspot.com/
http://www.healthy-rice.com/organik.html


Selengkapnya......

Selasa, Maret 31, 2009

Kerang membantu anak Hiperaktif?

Suara “tek-tek-tek-tek-tek’” terdengar nyaring seiring berlalunya gerobak dorong si penjual kerang rebus. Dengan sebuah panci besi yang penuh dengan kerang hijau di atas kompor, si penjual kerang rebus tersebut berkeliling dari permukiman satu ke permukiman yang lain. Bukan hanya ank kecil yang membeli kerang rebus itu, ternyata orang dewasa dan orang tuapun juga membeli kerang rebus itu.

Ada dua pilihan rasa dari kerang rebus itu, yaitu pedas dan tidak pedas. Ternyata nikmat sekali bila dinikmati dalam keadaan hangat dan berkuah segar.
Kerang, sebagian orang juga menyebut tiram dalam kelompok kerang ini, adalah jenis keluarga Moluska dikenal dengan nama latinnya Anadara Granosa. Dalam pengertian paling luas, kerang berarti semua moluska dengan sepasang cangkang. Ribuan tahun lalu kerang sudah dikonsumsi masyarakat khususnya warga yang tinggal di daerah muara pertemuan sungai dan laut seperti di Sungsang Banyuasin.
Jenis binatang bercangkang ini mengandung protein dan zat yang berguna bagi tubuh. Dalam daging kerang menyimpan mineral berupa zat besi dan seng serta vitamin B12. Zat besi berguna untuk meningkatkan transportasi oksigen ke seluruh tubuh. Sementara mineral seng merupakan sat yang dapat merangsang metabolisme tubuh. Sementara lendir kerang ini dapat membantu meningkatkan kadar albumin dalam darah.
Daging kerang/tiram mengandung banyak zink. Setiap 100 mg mengandung 14.3 mg zink. Bandingkan dengan daging merah yang hanya mengandung 6.4 mg zink saja dalam setiap 100 mg daging merah.darah.
Daging kerang/tiram mengandung banyak zink. Setiap 100 mg mengandung 14.3 mg zink. Bandingkan dengan daging merah yang hanya mengandung 6.4 mg zink saja dalam setiap 100 mg daging merah. Kerang juga mengandung protein bermutu baik, merupakan sumber asam lemak omega 3 dan mengandung lemak jenuh yang rendah.
Sebagian masyarakat China ribuan tahun lalu mempercayai kerang/tiram ini sebagai makanan Afrodisiak, yakni makanan dapat menambah gairah sex. Bahkan sebagian masyarakat Indonesia ada yang sudah membuktikan khasiat kerang/tiram ini dalam membantu mengatasi masalah anak yang hiperaktif.
Kerang juga baik dikonsumsi olehwanita yang sedang hamil. Masalahnya sekarang ini dengan banyaknya pencemaran air laut, seringkali kerang juga tercemar oleh logam berat seperti merkuri. Logam berat ini tak boleh dikonsumsi ibu hamil, karena dapat menyebabkan cacat janin atau penyakit autis. Sayangnya, untuk mengetahui kerang telah tercemar atau belum, tak ada ciri khusus yang dapat membedakannya. Namun begitu, kita dapat mencegah mengon-sumsi kerang yang telah tercemar merkuri, yakni dengan tidak membeli kerang yang berasal dari perairan yang mengandung banyak limbah industri.
Kunjungi juga :
http://fauziezuhailah.multiply.com/reviews/item/1
http://suci-rules.blogspot.com/

Selengkapnya......

Selasa, Maret 17, 2009

Asem Jawa mengatasi Reumatik?

Sekelompok anak Sekolah Dasar (SD) berlarian sepulang dari sekolah, menuju pohon asem yang besar tegak berdiri di pinggir jalan dekat sekolahan itu. Buahnya yang lebat membuat anak-anak itu memanjat untuk mengambil buahnya. Pohon asem yang besar dengan cabang mulai dari dekat tanah, memudahkan anak-anak itu naik ke atas pohon. Sebentar saja anak-anak itu sudah terlihat merasakan rasa asam di mulutnya, namun kegembiraan mereka mengalahkan rasa asam yang menimpanya. Pemandangan ini memang hampir terlihat di pohon asem yang besar itu bertepatan dengan bubaran anak sekolah.

Asem (Jawa) di samping sebagai tanaman yang menghasilkan, pohon ternyata sudah lama dimanfaatkan sebagai tanaman pelindung/penghijauan di sepanjang jalan raya. Pohon yang tahan terhadap kemarau ini mudah tumbuh dan mudah dikembangbiakkan. Namun tuntutan hasrat dan kemauan manusia, pohon ini banyak kita jumpai dalam bentuk kerdil (bonsai) yang Nampak indah, kekar walaupun kecil..
Buah asem rupanya bukan saja sekedar bagian dari pelengkap bumbu dapur untuk masak. Buah asem ternyata diyakini mempunyai khasiat yang beraneka ragam dalam mengatasi berbagai keluhah sakit. Buah polong asam jawa mengandung senyawa kimia antara lain asam appel, asam sitrat, asam anggur, asam tartrat, asam suksinat, pectin dan gula invert.
Buah asam jawa yang masak di pohon diantaranya mengandung nilai kalori sebesar 239 kal per 100 gram, protein 2,8 gram per 100 gram, lemak 0,6 gram per 100 gram, hidrat arang 62,5 gram per 100 gram, kalsium 74 miligram per 100 gram, fosfor 113 miligram per 100 gram, zat besi 0,6 miligram per 100 gram, vitamin A 30 SI per 100 gram, vitamin B1 0,34 miligram per 100 gram, vitamin C 2 miligram per 100 gram. Kulit bijinya mengandung phlobatannnin dan bijinya mengandung albuminoid serta pati..
Beberapa penyakit yang dapat diatasi dengan memanfaatkan buah asam ini antara lain asma, batuk kering, demam, sakit panas, reumatik, sakit perut, morbili, alergi (biduren – Jawa), sariawan, luka baru, eksim (bisul), bengkak disengat lipan/lebah, dan mencegah rambut rontok.
Anda berminat untuk mencoba?

Kunjungi :
http://www.kabarinews.com/
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20070930212839AABdzAT


Selengkapnya......

Kamis, Maret 12, 2009

Kerokan menghilangkan masuk angin?

Musim hujan yang sedang melanda wilayah kita, membawa kegembiraan tersendiri bagi anak-anak. Dengan hanya mengenakan celana pendek, belasan anak-anak berlarian bermain dalam cuaca hujan, sambil beretriak-teriak kegirangan. Suasana senang membuat anak-anak ini lupa bahwa mereka telah bermain hujan cukup lama sampai badan kedinginan dan menggigil. Tak jarang pula anak-anak ini takut pulang (takut dimarahi orang tua) karena pakaiannya basah kuyub.

Sambil menunggu pakaian mereka kering, anak-anak ini meneruskan bermain dalam pakaian yang basah. Kalau sudah begini, akibatnya tak jarang anak-anak ini mengeluh pusing, kembung, pegel, ngilu, dan masuk angin. Tak jarang pula orang tua terus mengeroki anaknya yang masuk angina tersebut.
Masuk angin tidak dikenal di dunia kedokteran dan sebenarnya masuk angin itu dikarenakan pembuluh darah halus kita menyempit (biasanya karena kedinginan) yang berakibat pada tidak lancarnya aliran darah. Dalam sebagian masyarakat kita, orang masuk angin atau tidak enak badan, kalau belum kerokan rasanya belum plong. Banyak orang yang merasa harus kerokan bila badannya terasa tidak enak, meriang, pegal-pegal, atau mau flu. Kerokan dilakukan dengan menekan dan menggeserkan benda tumpul (biasanya dengan koin) ke permukaan kulit, bisa di punggung, leher belakang, dada atau lengan atas.
Kerokan sudah menjadi kebiasaan di masyarakat, bahkan merupakan suatu budaya. Berbagai mitos sering kita dengar mengenai kerokan. Kendati demikian, banyak orang yang tidak mengetahui apa sebenarnya kerokan itu, bagaimana cara kerjanya, apakah kerokan memang bisa mengobati masuk angin, dan sebagainya.
Betulkah kerokan hanya ada di Indonesia? Tidak benar. Kerokan merupakan suatu pengobatan alternatif yang dikenal sejak ratusan tahun lalu di negara-negara Asia. Masyarakat Vietnam menyebut pengobatan ini cao gio, di Kamboja dijuluki goh kyol (rubbing the wind), dan di China dikenal sebagai gua sua (menggunakan batu jade sebagai pengerok).
Tetapi apakah kerokan memang dapat mengeluarkan angin dari dalam tubuh? Istilah masuk angin sebenarnya bisa merupakan gejala awal common cold atau penyakit infeksi lainnya. Orang awam sering beranggapan angin tersebut harus dikeluarkan dari dalam tubuh, antara lain dengan kerokan. Hal ini tidak tepat karena memang bukan angin yang menyebabkan rasa tidak enak badan, demam, pegal-pegal, sakit kepala, atau batuk pilek.
Lalu bagaimana sebenarnya cara kerja kerokan ini? Pada proses kerokan, terjadi suatu reaksi inflamasi atau radang. Akibatnya terjadi pelebaran pembuluh darah dan pengeluaran mediator inflamasi. Aliran darah menjadi lancar jika dikerok atau dipijat sehingga lebih banyak oksigen dan nutrisi yang tersedia untuk jaringan otot. Zat-zat yang menyebabkan rasa pegal dapat segera dibawa aliran darah untuk dibuang atau dinetralkan. Selain itu, juga terjadi rangsangan pada keratinosit dan endotel (lapisan paling dalam pembuluh darah) yang akan bereaksi dengan munculnya propiomelanokortin (POMC). Zat ini merupakan polipeptida yang kemudian akan dipecah dengan hasil akhir salah satunya adalah beta endorfin.
Pasca kerokan didapatkan peningkatan IL-1 beta, Clq, dan beta endorfin, sementara kadar C3 dan PGE2 justru turun. Penyebab rasa nyeri adalah PGE2 sehingga jika kadar PGE2 diturunkan maka nyeri akan berkurang. Hasil ini menyebabkan berkurangnya nyeri otot, badan terasa segar dan nyaman. Inflamasi yang ditimbulkan selain meredakan nyeri otot juga akan memicu reaksi kardiovaskuler. Tandanya adalah peningkatan temperatur tubuh secara ringan, antara 0,5-1oC. Makanya setelah dikerok, badan kita terasa lebih hangat.
Namun demikian, kerokan harus dilakukan dengan benar agar tidak menyebabkan rasa sakit. Para ahli akupunktur berpendapat bahwa saat terjadi pemijatan, sebaiknya alat kerok melewati titik akupunktur agar urat saraf motorik terangsang, sehingga pada akhirnya memperlancar sirkulasi darah. Cara kerokan yang dianjurkan adalah tegak lurus sejajar dengan tulang belakang menyamping, lalu sejajar dengan bahu. Alat kerokan biasanya menggunakan uang logam, koin, atau alat bantu khusus kerokan. Alat-alat tersebut wajib tumpul supaya tidak melukai kulit. Lalu dibantu dengan minyak yang fungsinya selain menghangatkan juga untuk melicinkan proses kerokan, sehingga menghindari terjadinya kulit lecet. Cara mengerok juga tidak boleh terlalu keras karena akan menimbulkan rasa tidak nyaman dan bisa melukai kulit.
Bolehkan setiap orang melakukan kerokan? Ada beberapa kondisi di mana seseorang dianjurkan tidak melakukan kerokan, antara lain orang dengan kondisi kulit tidak sehat (misalnya eksim, kulit terbakar, jerawat, infeksi bakteri atau jamur). Kerokan pada daerah tersebut justru akan memperparah infeksi atau peradangan. Penderita diabetes mellitus juga sebaiknya menghindari kerokan. Alasannya, bila terjadi luka atau lecet, luka tersebut bisa menjadi sulit disembuhkan. Pasien yang mengkonsumsi antikoagulan atau memiliki gangguan pembekuan darah sebaiknya juga tidak melakukan kerokan. Pengerokan yang terlalu dalam dapat mengakibatkan perdarahan di bawah kulit. Kerokan juga sebaiknya tidak dilakukan pada anak kecil karena kulitnya masih tipis dan lunak, dan pembuluh darahnya lebih kecil.
Dan yang perlu diperhatikan, sehabis kerokan sebaiknya tidak mandi karena pori-pori kulit dalam kondisi terbuka. Lebih baik seka dengan lap basah yang dicelupkan pada air hangat lalu diperas. Badan akan terasa lebih nyaman jika Anda minum sesuatu yang hangat, makan sup hangat, dan memakai baju hangat/selimut. Jadi, kerokan boleh-boleh saja dilakukan bila Anda merasa tidak enak badan, namun jangan terlena, jika gejala tak juga mereda sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Kerokan merupakan upaya mengusir masuk angin dengan peningkatan panas, dan bukan mengeluarkan angin lewat pori-pori kulit. Bagi masyarakat awam, memang kerokan sering dipahami sebagai cara "mengeluarkan angin". Padahal, angin atau udara tak pernah keluar lewat pori-pori, melainkan hanya bisa masuk atau keluar lewat organ pernapasan dan pencernaan.
Walaupun sampai saat ini belum ditemukan efek samping kerokan, tetapi yang jelas, cara ini bisa menimbulkan ketagihan. Kalau jaringan kulit dikerok, akan timbul reaksi jaringan. Bisa reaksi lokal, atau yang bersifat neural (saraf). Reaksi lokal terlihat langsung, misalnya warna merahnya kulit. Kerokan dengan intensitas kuat dan frekuensi rendah mengenai titik-titik saraf yang berhubungan dengan otak sehingga organ ini menyekresikan hormon endomorfin (B-endorfin, dinorfin, dan enkepalin).
B-endorfin menimbulkan rasa nyaman karena ia berfungsi mengendalikan rasa nyeri. Adanya zat-zat itu dalam darah menyebabkan penderita merasa lebih bugar. B-endorfin juga merangsang organ viscera, terutama paru-paru dan jantung, sehingga penderita bisa bernapas lebih lega, serta peredaran darahnya jadi lebih baik.
Kemungkinan, penyebab ketagihan pada kerokan adalah zat morfin (endorfin). Padahal, tujuan tubuh mengeluarkan zat morfin hanya untuk reaksi lokal. Karena kebiasaan, penderita pun jadi ketagihan. Nah, masih ingin bertahan dengan cara tradisional ini? Kalau begitu, kerok saja! //**
Sumber : http://nuansaonline.net/index.php?option=com_content&task=view&id=65&Itemid=35


Selengkapnya......

blogger templates | Make Money Online